Sabtu, 30 Oktober 2010

Aq punya golongan darah AB. Kata Orang, yang di dalam tubuhnya mengalir golongan darah AB punya watak yang lain dari yang lain.

Kalau boleh disebut, perangainya sangat istimewa yang merupakan gabungan watak atau sifat golongan darah A dan B. Begitu istimewanya, sampai-sampai isi hatinya sulit sekali ditebak, apalagi jalan pikirannya. Kalau dari kulitnya, penampilannya sehari-hari misalnya, lebih condong keorang yang memiliki golongan darah B, seperti mudah bergaul, selalu optimis dan pendiriannya keras serta suka dipuji. Tapi sebenarnya hatinya sih cenderung ke golongan darah A. Suka mengalah dan murah hati.Bahkan teman-teman dekatnya pun sering menyebutnya sebagai manusia aneh. Habis wataknya bisa berubah 180 derajat hanya dalam waktu sekian menit. Misalnya sedang marah, tiba-tiba dia bisa tertawa terbahak-bahak. Begitu juga jika sedang santai misalnya, bisa saja tiba-tiba dia jadi sedih.Hanya sajaorang yang punya golongan darah AB suka kurang percaya diri. Bawaanya selalu curiga!


Hmm....., bener bgt...

Jumat, 03 September 2010

Karakter ku mungkin y???

Sifat dan Karakter Cewek Zodiak LEO (21 Juli - 21 Agustus)
Ia akan nampak menonjol di antara kerumunan orang.Wanita Leo umumnya tinggi. Anda akan jarang menemui wanita Leo yang pendek dan agak “tebal”. Ketika ia berjalan, ia berjalan layaknya seorang ratu, penuh percaya diri dan tidak menoleh ke mana-mana, bagaikan tidak ada orang sama sekali di sekitarnya. Ia akan berdandan dengan gayanya sendiri, dan tidak mengikuti mode. Ia percaya diri dengan apa yang dipilihnya untuk dipakainya. Jangan pernah membeli baju murah yang dijual lusinan sebagai hadiah untuknya, ia akan membencinya. Juga jangan membeli baju yang tidak mencerminkan kepribadiannya yang percaya diri. Ia menyukai baju dan assesoris yang unik dan ‘aneh’. Ia suka sekali tampil berbeda.


Jika anda ingin mengenal dia, sabar dan ambillah waktu sepanjang mungkin, karena ia sangat selektif mengenai orang yang berkenalan dengan dia. Ia berpikiran terbuka, tetapi ia tidak akan membiarkan orang terlalu dekat dengannya. Ia menyukai kata-kata manis dan pujian, tetapi tidak terlalu banyak. Ia tersenyum kepada siapa saja, tetapi dalam hatinya, ia percaya bahwa ia dilahirkan sebagai pemimpin. Ia suka mengendalikan, karena hal itu adalah insting alaminya.

Ia adalah wanita yang anggun, dan memiliki kharisma yang sangat kuat, maka anda harus siap menghadapi persaingan hebat. Dia adalah orang yang sangat bangga kepada diri sendiri, maka jangan pernah menantang kepercayaan dirinya. Mungkin saja ia akan marah dan bertingkah layaknya badai, dan kemudian bertingkah layaknya anak kucing yang lucu dan tidak bersalah, tapi jangan pernah jatuh ke dalam perangkapnya.

Ia selalu mengingat semuanya, dan suka untuk mengingat-ingat kenangan manis, jadi jika anda menemukan album foto penuh dengan foto mantan, atau tumpukan surat cintanya yang membuat anda serasa ingin muntah, jangan anggap itu semua terlalu serius. Walaupun ia menyimpan semua memori manisnya, tidak berarti ia masih menyimpan perasaan lamanya, jadi anda tidak perlu panik.

Ia dikelilingi oleh banyak cowok baik, maka jika anda memiliki latar belakang keluarga yang baik, atau keluarga yang terkenal, atau karir yang sukses, hal itu akan menguntungkan bagi anda. Ia sangat suka kesederhanaan.

Ia adalah tipe sporty dan suka sekali berolah raga. Jika anda ingin berkencan dengannya, bersiaplah untuk mengeluarkan duit banyak, karena makan malam dengannya tidak mungkin makan di stand burger atau hot dog, tetapi sebaiknya adalah resto terbaik di kota. Ia adalah orang pemurah, jadi jangan terkejut jika dia memberi hadiah yang lebih mahal daripada hadiah yang pernah anda berikan kepadanya. Ia suka hal yang bersifat extravaganza, bukan hadiah murah, Jadi jika anda tidak memiliki banyak uang, cobalah untuk kreatif dan membuat hadiah sendiri untuk dia. Hal ini membuat hadiah anda menjadi unik, dan waktu yang anda gunakan untuk membuatnya merupakan suatu penghargaan sendiri bagi dia. Anda dapat berpikir ekonomis, tapi jangan pelit.

SMS BUAT YANG LAGI JATUH CINTA

1. Titip mata dan hati,
untuk kamu

2. Hanya di dadamu aku ingin rebah,
hanya di hatimu cinta ini ingin kulabuhkan

3. Desah nafasmu masih bisa kucium di sudut malam ini,
datanglah padaku dengan cintamu…

4. Hadirmu menggoda angan berontak,
menyulam bait-bait kerinduan

5. Cinta seperti gerimis.
Menghadirkan sejuk yang membuat jiwa basah oleh bahagia

6. Biarkan aku mencintaimu agar tak ada sesal yang mengekor di belakang hari

7. Apakah aku ada di sana dalam memori pengembaraanmu?
Jika iya, akan kukatakan cinta detik ini juga

8. Apa kata hujan hari ini?
Dia masih menangis karena bumi yang diguyurnya masih kemarau.
Seperti hatiku yang gersang,
menunggu cintamu yang tak kunjung datang

9. Tak lelah ditebas mimpi semu,
tak hilang disembunyikan langit hitam.
Cinta atau bukan, yang pasti kau tetap yang terindah dalam hidupku

10. Lenyapkan ragumu, yakinkan hatimu.
Akulah orang terbaik yang mencintaimu…

11. Jangan pernah meragukan cintaku,
karena aku sungguh-sungguh

12. Ini bukan bercanda.
Ini serius 100%.
Kau buat aku terdiam.
Lalu cinta mengetukku tiba-tiba

13. Semua telah jelas.
Aku tak kuasa dan tak mampu berlari dari cintamu

14. Hatiku telah kau renggut habis tanpa sisa.
Aku jatuh cinta padamu, itu faktanya

Bosan dan Futur Dalam Kehidupan Rumah Tangga

Allah SWT telah mensyari’atkan pernikahan. Dan menjadikan sebagian dari tujuannya adalah pemenuhan berbagai keperluan jiwa, fisik, sosial dan ruhani. Pernikahan adalah sumber penumbuhan kesehatan jiwa dan fisik dan benteng penjaga berbagai penyakit jiwa, penyimpangan perilaku dan akhlaq.

Sebuah kewajaran bila kehidupan berumah tangga telah melewati 5 tahun mengalami masa futur (lesu), dapat pula kurang dari itu atau lebih. Tidak mengapa pula terjadi masa-masa bosan yang bersifat temporer dan sepintas lalu. Yang penting jangan berkepanjangan, dan jangan sampai menghancurkan kehidupan berumah tangga.

* Kebosanan Umum: yaitu kebosanan yang terjadi akibat rutinitas kehidupan sehari-hari

* Kebosanan Emosional: yaitu hilangnya rasa cinta kasih di antara suami istri.

* Kebosanan Seksual: Yaitu Menjalankan hubungan seksual seakan-akan merupakan sebuah kewajiban atau tidak ada pembaharuan di dalamnya.


Gejala dan Bahaya

Ada banyak dampak, tanda dan gejala adanya future dalam kehidupan berumah tangga, di antaranya:

1. Pengaduan istri bahwa suaminya tidak perhatian dan berpaling darinya, sering keluar dan begadang di luar rumah, memperlakukannya secara kasar, kering, tanpa penghargaan. Suami juga mengadu bahwa istrinya mengabaikannya dan beralasan karena factor anak, banyak meminta anggaran belanja, tidak berhias di hadapannya, dan pengaduan-pengaduan lainnya.

2. Futur dan rutinitas dalam berbagai hubungan suami istri, diantaranya: future dalam hubungan emosional dan seksualitas

3. Antara suami dan istri merasa ada jarak dan barier psikologis, padahal keduanya hidup satu atap

4. Membesar-besarkan berbagai kesalahan, buruk sangka, buruk dalam menafsirkan ucapan dan perbuatan

5. Sering terjadi perbedaan pendapat, dan suara meninggi untuk urusan sepele.

6. GTM (Gerakan Tutup Mulut) di antara suami istri, minim atau tidak ada dialog di antara keduanya sama sekali.

7. Penderitaan pihak wanita lebih banyak, sehingga kita mendapatinya bolak balik ke klinik jiwa yang jarang sekali dimasuki oleh lelaki. Hal ini karena lelaki mempunyai berbagai cara untuk berekspresi dan mencari hiburan. Berbeda dengan perempuan yang tenggelam dalam problem dan deritanya. Hal ini melahirkan berbagai rasa sakit, cemas, mengeluh sakit kepala, sakit perut, tidak ceria, tidak mampu lagi menikmati hal-hal yang biasanya dia nikmati.

8. Demi meringankan rasa bosan atau problem rumah tangga dan seksualitas, sebagian suami atau istri lari ke cara-cara yang menyimpang, semisal narkotika dengan segala bentuknya, atau menjalin hubungan haram, atau suntuk kepada pekerjaan secara berlebihan.

9. Sebagian suami mencari istri kedua, atau ketiga atau keempat. Sebagian lainnya bersabar dan menanggung deritanya. Sebagian istri bersabar dan mencoba mensiasati urusannya. Sebagian lainnya berusaha mencari kompensasi atas kegalauannya dengan membeli berbagai kebutuhan sekunder, atau menyibukkan diri dengan anak, atau melakukan penyimpangan dalam berbagai bentuk dan tingkatannya.

10. Keluarga: suami istri dan anak-anak hidup dalam berbagai perasaan negatif.

11. Bisa berakibat terjadinya berbagai pengkhianatan suami istri

12. Bisa berakibat terjadinya perceraian


Sebab

Sebagaimana futur berakibat pada munculnya gejala atau problem yang lebih besar, futur juga terjadi akibat satu atau beberapa problem yang bertumpuk. Di antara sebab-sebab terjadinya futur dalam kehidupan rumah tangga adalah:

1. Memasuki kehidupan berumah tangga dengan berbagai prediksi dan obsesi ideal (jauh dari fakta). Bisa jadi suami atau istri tidak merasakan idealismenya, lalu ia hidup dalam kenyataan yang bisa jadi membuatnya kecewa berat, lalu merasa future, lalu meyakini bahwa kehidupan rumah tangganya telah gagal, dan bahwasanya solusinya adalah mengakhiri kehidupan rumah tersebut dengan perceraian.

2. Pengulangan dan rutinitas harian yang membosankan.

3. Masing-masing pihak tidak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan level kehidupan rumah tangganya ke tingkat yang lebih baik, juga tidak sungguh-sungguh dalam mencari solusi atas setiap problem yang dihadapinya.

4. Kecurigaan dan kecemburuan secara berlebih dari salah satu suami atau istri, dan hal ini menanamkan bibit futur dalam hubungan di antara keduanya.

5. Bisa jadi sebagian penyakit fisik atau jiwa berakibat munculnya futur dengan segala bentuknya, misalnya: depresi, cemas dan schizophrenia atau split personality.

6. Hilangnya cinta kasih diantara suami dan istri dalam tempo yang lama.


Antisipasi dan Solusi

1. Penguatan hubungan dengan Allah SWT. Di antaranya, kebersamaan suami istri dalam berbagai aktivitas; seperti mengkhususkan waktu untuk melakukan wirid harian dalam menghafal Al-Qur’an, membaca istighfar, shalat sunah, bersedekah, umrah dan amal soleh lainnya.

2. Masing-masing pihak suami dan istri hendaklah merasa bertanggung jawab atas terjadinya futur di antara keduanya, karenanya, hendaklah masing-masing berperan dalam meng-’ilaj

3. Pihak istri perannya lebih besar dalam hal ini. Hendaklah ia memperbaharui dan mengembangkan cara memperlakukan suaminya, dalam melakukan sentuhan-sentuhan lembut dalam rumah, khususnya kamar tidur, masakan, penataan ruang dan perabot, menerapkan hobi-hobi baru, melakukan berbagai aktivitas keluarga di dalam rumah, refreshing keluarga, membuat berbagai kejutan, memberi hadiah secara periodik. Semua hal ini hendaklah suami juga melakukannya, sesuai dengan bidangnya.

4. Suami atau istri hendaklah mengambil inisiatif falam dialog dengan pihak lainnya, memunculkan tema untuk didialogkan. Hal ini membantu suami istri untuk melewati jurang yang muncul sebelum menganga lebar.

5. Hendaklah suami istri saling memahami, bagusnya semenjak awal pernikahan. Caranya, masing-masing berterus terang tentang apa yang disukai dan yang tidak disukai. Bersepakat bahwa masing-masing pihak akan berusaha memenuhi keperluan pihak lainnya, baik psikologis maupun fisik, seperti: menghargai, menghormati, saling menerima, khususnya saling menerima fisik, lalu menerjemahkan kesepakatan ini dalam bentuk perilaku dan ucapan … sepanjang kehidupan suami istri yang panjang, dengan seijin Allah.

6. Menghindari rutinitas dalam hubungan keluarga dan seks di antara suami istri

7. Hendaklah masing-masing suami dan istri mempelajari kemahiran berinteraksi dengan orang lain

8. Pengendalian diri saat emosi atau saat terjadi krisis

9. Kehidupan suami istri tidak lain adalah partnership dalam pemikiran, emosi dan fisik, dan semua kesertaan ini menjadikan kehidupan suami istri memiliki cita rasa yang khas yang menjauhkannya dari hantu kebosanan dan futur.


Sumber:
Bhs Indonesia: http://www.dakwatuna.com/
Bhs Arab: http://arb3.maktoob.com/vb/arb223219/

Kamis, 03 Juni 2010

Masih Disini untuk Setia.....


Semilir angin menerpa dinding angan....
Menggoyahkan asa yang sempat terpendam oleh penghianatan sang mentari
Tonggak-tonggak alam yang semula meradang kesakitan, kembali pulih seiring raga yang terisi dengan tetesan embun asing.....
Tak tampakkan wujud memang, tapi dahsyat sejuknya mampu menembus seluruh dinding kekecewaan yang pernah ada....

Ku ikuti arusnya....
Ku nikmati alurnya....
Ku nikmati semua kata-katanya.....

Ku reguk asrinya.....
Ku dekap hangatnya......
Ku yakin akan hadirnya.....

Ia ada.....

Maya dunia menyimbolkan segala rasa yang telah diciptakannya...
Kebiasaan ini...., kebiasaan yang salah....
Mengapa kau selalu hadir di saat aku membutuhkan segala cahaya penerang jalan dalam tiap detik kehidupan yang aku lewati?
Mengapa kau selalu memberi sejuk perhatian di dalam semua inginku?
Mengapa kau selalu meyakinnkanku akan kehidupan masa depan dengan mu?
Kerendahan mu? Tentang acara sakral sebuah ’pernikahan’? tentang percayamu terhadapku......


Kaukah sang fajar yang dijanjikan mentari itu?
Kaukah embun pagi yang selalu dinanti dunia hatiku?
Kaukah angin yang mendayu-dayu pengusir asaku?

Tapi mengapa setiap aku yakinkan hatimu, kau kembali maya untukku?
Lalu untuk apa kau yakinkan aku dengan semua kata-kata alam yang seakan membawa kedamaian?
Untuk apa kau hadir? Untuk apa aku ada? Untuk apa kau ucap kata ’pernikahan’ itu? Untuk apa rasa sayangmu terhadapku itu?

Achhh......
Sudahlah.....
Telah lama aku cari sosok asli mu....
Remug redam saat kau tarik ulur hatiku.....

Hangat...
Mesrah.....
Emosi.....
Sensitif.....
Khayal.....
Tangis....
Kecewa....
Canda.....
Mesrah....
Protektif...
Mesrah......
Dingin.....
Pikiran negatif....
Menghilang seketika.....
Marah....
Kangen......
Cemburu....
Kata-kata ’sayang’....
Dan tiba-tiba, kau bawa aku dalam duniamu yang tak bisa ku kenal sepenuhnya.....


Aku tak mengenalmu wahai sang kakala....
Entah sejak kapan aku terbius oleh semua anganmu untuk menikah denganku....
Entah sejak kapan rasa ini jadi meninggikan wujudmu?
Entah sejak kapan aku yakin akan kepribadianmu?
Sosokmu.....
Kelucuanmu.....
Perhatianmu....
Sikap kekanak-kanak’an mu.....
Ach......, aku terbuai kebiasaan yang kau beri....

Satu yang selalu kau ucap kepadaku: ”genggam hatiku, dan satukan langkah kita. Tunggu aku di kota mu, aku pasti datang untuk mu. Dan di sini, aku masih setia untuk mu wahai istri sholeha ku...”


Aku akan jaga hati, dan imanku untuk bersanding denganmu wahai sang raja hatiku.....
Aku akan setia menunggumu.....

I WANT TO SPEND MY LIFETIME LOVING YOU.......

Rabu, 12 Mei 2010

Jangan Pernah Berpikir Menghapus Total Perbedaan

Perbedaan di tengah umat Islam - atau biasa dikenal dengan istilah "khilafiyah" - adalah hal yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihapuskan. Perbedaan adalah hal yang wajar dan sesuai tabiat:

a. Tabiat bahasa (lughah).
Rujukan Islam adalah Al Qur-an dan As Sunnah (Hadits). Keduanya diungkapkan dengan bahasa Arab. Tabiat bahasa ada beragam makna dan pemahaman. Boleh jadi satu kalimat/ungkapan mengandung banyak makna. Dalam ilmu bahasa dikenal "makna haqiqi" dan "makna majazi", sinonim, homonim dan lain-lain. Ada makna bebas dan makna terikat, makna umum dan makna khusus. Boleh jadi satu ayat ada hadits dipahami oleh manusia secara berbeda.

b. Tabiat Agama (diin)
Perintah agama beragam dan bertingkat. Ada fardlu 'ain ada fardlu kifayah. Ada wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Ada keutamaan (fadhail) ada biasa-biasa saja. Dan rincian ajaran Islam itu teramat banyak, yang mana tidak mungkin semua orang sanggup mengambilnya secara total tanpa terlewatkan. Boleh jadi ada yang sanggup mengambil/mengamalkan banyak hal, tetapi ada jg yang hanya mampu mengambil yang wajib-wajib saja, dan demikian itu adalah sah.

c. Tabiat manusia (insan)
Manusia dicipta Allah dengan perbedaan kondisi. Akal yang diberikan juga tidak ada yang sama. Ada yang jenius, pintar, sedang, biasa-biasa saja, ada juga yang "telat mikir". Ada yang dapat memahami sesuatu dengan sekali penjelasan, ada juga yang berkali-kali dijelaskan tetap gak paham. Belum lagi latar belakang pendidikan dan keilmuan, ada yang sekolah sampai S1, S2 dan S3. Tapi ada juga yang "hanya" lulus SD, bahkan tidak sekolah dan buta huruf. Mustahil mereka memiliki cara pandang dan pemikiran yang sama. Ketika dihadapakan nash agama, pasti berbeda-beda pemahamannya.

d. Tabiat lingkungan (bi-ah)
Lingkungan juga mempengaruhi pola perilaku dan pengamalan manusia. Orang desa beda dengan orang kota. Penduduk daeragh panas beda dengan penduduk wilayah dingin. Sehingga mengamalkan Islampun berbeda-beda. Sehingga Imam Syafi'i punya fatwa-fatwa ketika beliau di Baghdad (qaul qadim), tetapi ketika pindah ke Mesir beliau merevisi sebagian fatwanya dan mengeluarkan fatwa-fatwa baru (qaul jadid) sesuai dengan kondisi Mesir.

Tatakala khalifah Ja'far Al Manshur berkehendak untuk membawa seluruh umat Islam kepada pendapat imam Malik, dengan merujuk seluruh praktek keagamaan kepada kitab yang beliau susun (Al Muwaththa), maka dengan bijak Imam Malik menolaknya, dengan mengatakan: "Sesungguhnya para sahabat sepeninggal Rasulullah telah menyebar ke berbagai pelosok negeri (dan menyebarkan Islam sesuai dengan kapasitas keilmuan masing-masing / artinya ilmunya tidak sama rata), dan setiap negeri punya ilmu, kebiasaaan dan tradisi. Jika engkau hendak memaksa mereka pada satu pendapat maka akan terjadi fitnah.

Jadi sekali lagi ikhtilaf adalah keniscayaan, gak mungkin dihilangkan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak. Jangan paksa semua orang pada satu pendapat. Kita boleh punya pendapat, komitmen dengan suatu dalil dan amalan, tapi tidak harus memaksa semua orang seperti kita.

Dan yang penting lagi, jangan memabawa setiap perbedaan kepada perbedaan aqidah. Karena akan berbahaya dan sangat besar fitnahnya manakala perbedaan fiqih, cabang/furu', sarana dan yang semisal dengan dikaitkan dan dianggap sebagai perbedaan aqidah. Karena kalau aqidah urusannnya hitam putih, iman dan kafir. Apakah kita akan dengan mudahnya melontarkan tuduhan kafir dan sesat kepada sesama muslim? Wallahu a'lam.

Disarikan dari Majmua'aturrasail.

Etika Bergaul Seorang Muslimah

Bukan dari tulang ubun ihttp://www.blogger.com/img/blank.gifa diciptakan sehingga lupa akan pujian, bukan juga dari tulang kaki karena khawatir akan diinjak dan direndahkan. Melainkan ia diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan dada untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai.


Akhwat beda dengan ikhwan. Dalam menjalankan aktivitas pun sangat berbeda. Tapi hukum syara’ memandang sejajar antara ikhwan dan akhwat. "Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan," (QS Al Isra ; 70)

Karena saya akhwat, pastinya saya akan membahas aktivitas akhwat batasannya seperti apa saja. Kadang, jika saya melihat dan menilai, secara tidak sengaja telah terjadi pelanggaran hukum syara'. Biasanya, di kalangan akhwat terjadi pelanggaran hukum syara’ dalam konteks ijtima’l atau pergaualan dengan lawan jenis. karena mereka belum memahami aktivitas mana saja yang termasuk hayatul khas dan hayatul ‘aam. Di kalangan ikhwan pun terkadang ada pelanggaran hukum syara’ karena sikap yang kurang tegas dan kurang mengetahui batasan aktivitas akhwat itu seperti apa saja, dalam konteks hubungan demi maslahat masing-masing yang sesuai dengan hukum syara’ dan selanjutnya karena godaan Syetan..

Apa yang akan saya paparkan adalah aktivitas akhwat dalam konteks hubungan interpersonal dengan ikhwan / ijtima’I:

1.Hayatul ‘Aam

Hayatul ‘aam atau kehidupan umum bagi akhwat adalah seputar kehidupan yang menyangkut perkara pendidikan, mu’amalah, kesehatan. Hayatul ‘aam, bagi akhwat, maknanya bahwa ia boleh bercerita tentang ketiga perkara tadi, selebihnya tidak boleh karena sudah menyangkut hayatul khas..

Bagi ikhwan manapun hanya cukup untuk mengetahui ”hayatul ’aam” kehidupan umum-nya saja, seperti contoh diatas ; pendidikan, tempat tinggal, hobi, aktivitas di lembaga dll. Sedangkan hayatul khas, sudah sangat privasi sekali yang menyangkut kehidupan pribadi (keadaan keluarga, keadaan dirinya) di luar itu konteksnya sudah hayatul khas.

Bagi akhwat tidak boleh menceritakan hal-hal pribadi pada ajnaby (orang asing). Akhwat boleh menceritakan hal-hal terkait pribadinya jika ia telah dikhitbah untuk lanjut ke jenjang pernikahan.

Dan ketika berinteraksi dengan lawan jenis akhwat diharapkan bertindak dan berbicara seperlunya saja, tegas dan jelas. Dalam aktivitas yang berkaitan dengan lawan jenis, seorang akhwat seringkali mudah melakukan pelanggaran. Mungkin karena secara psikologis akhwat memiliki karater ingin diperhatikan atau malah kadang cari perhatian agar bisa berinteraksi dengan lawan jenis, apalagi kalau sudah menyangkut "masalah hati."

Tapi berinteraksi dengan ikhwan dalam konteks mendiskusikan ilmu, menurut saya ini dibolehkan, tapi, ada beberapa hal kita sendiri bisa menjaminnya sesuai dengan perkataan Rasulullah Saw, "Jika kalian tidak memiliki rasa malu maka bertindaklah sesuka kalian."

Yang dimaksud hal-hal yang kita harus bisa menjaminnya adalah kemungkinan timbulnya fitnah. Mungkin kita bisa berdalih dengan mengatakan "Saya dengan dia cuma teman, hanya sebatas sharing ilmu." Tapi saya berpendapat sebaiknya dicari "aman" nya saja, karena fitnah itu diibaratkan mencemarkan dan menjatuhkan kehormatan seorang akhwat dan manjaga ’iffah / kehormatan itu wajib hukumnya.

Mubah hukumnya untuk berinteraksi dengan ikhwan dalam masalah ilmu, kareka khawatir seorang akhwat akan menceritakan sesuatu yang masuk dalam wilayah khas, sehingga yang mubah menjerumuskan ke haram.

Bagaimana dengan diskusi di forum internet atau milis? Menurut saya, dalam wilayah ini sifatnya lebih 'aam karena diketahui banyak orang pembahasannya pun seputar perkara yang dibolehkan. Dalam hal ini saya ingin mengutip perkataan Abu Bakar, "Berhati-hatilah dalam bertindak karena dari hati-hati tadi memberikan manfaat bagimu."

2.Hayatul khas

Hayatul khas atau kehidupan khusus adalah perkara seputar pribadi dan ini hanya boleh di ketahui oleh keluarga ‘mahram’ dan sesama kaum perempuan dalam lingkungan kita. Contohnya, menceritakan keadaan dirinya dan keluarganya, target hidup, target dakwah dll. secara detil, kecuali seorang akhwat sudah dikhitbah.

Seorang ikhwan yang faham akan apa arti kehormatan bagi seorang akhwat pasti maklum atas sikap tegasn seorang akhwat dan tidak dimaknai sebagai sikap jaim (jaga image) atau jutek, terlalu saklek atau apalah namanya. Tegas bukan berarti memaksa agar pandangannya di terima atau egois tapi demi menjaga kehormatan.

Intinya, dalam hal ini sangat dibutuhkan ketegasan dari masing-masing pihak, baik maupun akhwat untuk menjaga 'iffahnya masing-masing. Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya perkara halal itu jelas, dan perkara haram itu jelas; serta di antara keduanya terdapat perkara mutasyabihat yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa yang menjauhi syubhat, sungguh ia telah terbebas dari dosa, dalam agama dan kehormatannya. sebaliknya, siapa yang terjerumus pada perkara syubhat berarti ia telah terjerumus dalam perkara haram," (HR. Imam Bukhari, Muslim dan ashabun Sunan)

Rabbanaghfirlanaa dzunuubanaa isyraafanaa fii amrina. Wallahu’alam.

Penulis: Shinta Mardhiah Alhimjarry, Bandung
syi_khilafah@yahoo.co.id

http://www.eramuslim.com/
Kamis, 22/04/2010 14:47 WIB